12 Cara Memulai Bisnis Kaos Pemula dan Perhitungan Lengkap

  • by
Jenis atau ide bisnis kaos

Mau coba bisnis kaos brand sendiri? Sekarang caranya makin mudah! Siapkan mental, modal, dan sikap pantang menyerah untuk memulainya.

Kaos merupakan salah satu kebutuhan pokok. Tak heran bila berjualan kaos merupakan salah satu contoh usaha yang cukup menjanjikan baik sekarang maupun nanti. Usaha ini terbukti bisa memberikan penghasilan dalam jangka panjang.

Tidak hanya pria, kaos juga dibutuhkan oleh para wanita. Mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa semuanya membutuhkan salah satu jenis pakaian ini. Hanya bedanya ada di model kaosnya saja.

Apabila mau memulai usahanya, maka cari tahu dulu bagaimana trik bisnisnya agar sukses dan mendapatkan banyak keuntungan.

Di sini, kami akan membahasnya secara lebih mendalam. Selamat menyimak.

Jenis atau ide bisnis kaos

Jenis atau ide bisnis kaos

Ada banyak sekali contoh usaha kaos yang bisa dijalankan di Indonesia. Masing-masing punya cara dan pangsa pasar sendiri. Di antara contoh bisnisnya adalah:

1. Bisnis desain kaos

Sesuai dengan namanya, yang dijual di sini bukanlah kaosnya melainkan desainnya. Artinya, kemampuan yang diperlukan di sini adalah skill desain dan taste fashion untuk menciptakan produk yang disenangi oleh masyarakat. Tergantung pangsa pasar yang diincar.

2. Bisnis kaos oversize

Usaha kaos satu ini terbilang segmented sekali. Pasalnya, pengusaha hanya membuat atau menjual barang-barang khusus buat orang yang gemuk atau berukuran besar.

Meski sangat segmented, usaha semacam ini terbukti menghasilkan karena yang beli adalah orang tertentu yang betul-betul butuh barang yang muat untuk dipakai.

3. Jualan kaos brand sendiri segmented atau segala usia

Anda juga bisa memilih berbisnis kaos brand sendiri. Jika memilih ide usaha ini, Anda perlu bekerja sama dengan pemilik bisnis konveksi. Pasalnya, merekalah yang akan membuatkan produk sesuai dengan desain dan kriteria kaos yang mau Anda jual.

Selanjutnya, tugas Anda adalah memasang merek dan memasarkan produk tersebut ke pasaran dengan strategi yang tepat agar produknya laku keras.

Yang perlu diketahui, di sini Anda bebas mau membuat kaos model apa. Apakah segmentasinya buat anak-anak, remaja, atau dewasa.

Yang jelas, jika memang mau membuka ala usaha clothing line, biasanya target marketnya adalah anak-anak muda dan harus bekerja sama dengan pihak distro. Anda juga bisa sekalian membuat sendiri distronya jika memang ada modal yang mendukung.

4. Berjualan kaos merek orang lain

Selain berjualan produk sendiri, Anda juga bisa menjualkan produk milik orang lain. Kalau opsi satu ini, Anda bisa kulakan dari berbagai sumber. Yang terpenting, pastikan supplier-nya bisa dipercaya.

Pilih brand-brand yang mudah laku di pasaran dengan kualitas yang tidak diragukan lagi. Pastikan juga harganya bisa dijangkau oleh target market agar dagangannya cepat laku dan habis.

5. Ikut paket usaha kaos distro

Saat ini ada beberapa kesempatan untuk mengambil paket usaha kaos distro. Sistem ini tergolong mudah dan cocok buat pemula yang tidak mau ribet.

Apabila tertarik, Anda harus memastikan dulu bahwa target market yang Anda incar adalah pembeli dari kalangan anak muda. Jangan asal kulakan tanpa rencana yang matang.

Perhitungan bisnis kaos

Perhitungan bisnis kaos

Dengan adanya beberapa jenis usaha jualan kaos sebagaimana kami sampaikan di atas, tentu perhitungannya juga harus menyesuaikan dengan jenis bisnis yang Anda pilih. Berikut ini penjelasannya:

1. Rincian modal

Secara umum bisnis kaos semacam ini memiliki opsi modal yang fleksibel. Hal ini karena bisnisnya bisa dimulai dari skala kecil dengan modal yang kecil juga.

Sebagai contoh, jika Anda memilih untuk berjualan kaos secara langsung, Anda tinggal pilih supplier kemudian membeli beberapa potong untuk dijual kepada pembeli secara langsung.

Bahkan, ada kemungkinan bisnisnya bisa dimulai tanpa modal, yakni menjadi dropshipper kaos. Caranya adalah dengan memasarkan produk dari supplier dengan memosting gambar.

Kemudian, saat sudah ada yang tertarik dan hendak beli, Anda tinggal memesankannya kepada supplier ketika mereka sudah membayar sesuai dengan harga jual yang Anda bebankan.

Artinya, bila dilakukan dengan cara seperti itu, bisnisnya tidak membutuhkan modal kecuali HP dan kuota yang memang sudah pasti ada setiap bulan di smartphone Anda. Ketika tidak sedang berjualan pun, HP dan kuotanya tetap akan ada atau tersedia.

2. Perhitungan keuntungan

Apa pun pilihan jenis bisnis kaos yang Anda ambil, keuntungan bisa diambil dari harga jual dikurangi harga beli.

Itu berarti, dari awal Anda bebas menentukan profit margin, tergantung sebesar apa yang Anda mau. Asalkan, dalam menentukan harga jual Anda tetap memperhatikan beberapa faktor seperti:

  • Harga pasar.
  • Harga dari kompetitor.
  • Biaya operasional.
  • Biaya jasa dan pembuatan kaosnya (jika brand sendiri).
  • Target market dan kondisi ekonominya.

Jangan sampai harga yang Anda terapkan terlalu kemahalan hingga mengakibatkan produknya tidak cukup laku di pasaran.

Misalnya, Anda membeli kaos 100 pcs seharga 40.000, kemudian menjualnya seharga 60.000 per potong. Maka keuntungannya adalah 20.000 x 100 = 2 juta rupiah.

Keuntungan ini adalah laba kotor. Belum dikurangi dengan biaya operasional yang mungkin dari bisnis kaos tersebut.

Cara bisnis kaos pemula

Cara bisnis kaos pemula

Sebagaimana kami sebutkan di atas, setiap jenis usaha punya trik suksesnya sendiri. Di bawah ini adalah beberapa trik umum yang bisa dijalankan buat memulai bisnis kaos:

1. Melakukan riset pasar

Melakukan riset adalah bagian terpenting yang tidak boleh ditinggalkan bila mau berjualan. Dengan riset pasar, Anda bisa menentukan target market-nya secara jelas, persaingan bisnisnya, hingga penentuan harga yang sesuai.

Hal yang dilakukan pertama kali ini akan menjadi penentu bagaimana bisnisnya akan berjalan sampai nanti. Maka dari itu, lakukanlah secara cermat. Ketahui dengan detail bagaimana jenis bisnis kaos yang dipilih berjalan dan akan dijalankan.

2. Menentukan brand

Apabila Anda ingin menjual kaos brand sendiri, maka membuat nama brand adalah satu keharusan. Nama brand ini harus mewakili usaha yang sedang Anda usung, mudah diingat, easylistening, mudah diucapkan, dan tidak neko-neko.

Yang terpenting, namanya juga harus unik. Bukan hasil plagiat. Jika memaksakan diri membuat merek bisnis kaos yang plagiat, maka Anda harus waspada jika di kemudian hari ada yang menggugat nama tersebut.

Tetaplah jadi brand yang otentik dan memiliki ciri khas sendiri.

Sebaliknya, jika Anda tidak punya brand sendiri atau mau menjualkan merek orang lain di toko atau distro, maka yang perlu disiapkan adalah nama tokonya.

Carilah nama toko yang mewakili produk yang dijual, mudah diingat dan diucapkan, unik, dan tidak terlalu panjang.

3. Membuat business plan atau rencana bisnis

Selanjutnya, Anda harus membuat perencanaan bisnis kaos yang jelas. Di sini, Anda harus mengecek kembali hasil riset, memilih dengan bijak jenis usahanya, hingga memikirkan bagaimana promosi dan pemasarannya nanti.

Rencana bisnis kaos ini juga bisa memberikan gambaran bagaimana nanti hasil atau pencapaian bisnisnya. Jadi, pastikan untuk merencanakan segala sesuatunya dengan cermat dan detail.

4. Menyiapkan modal

Setelah riset pasar dan semua hal persiapan lainnya sudah siap, kini saatnya untuk menyiapkan modal sesuai dengan jenis bisnis kaos yang dipilih.

Kemudian, lakukan perhitungan secara rinci agar tidak mengganggu keuangannya ke depan. Gunakan modal tersebut untuk membeli kebutuhan secara cermat.

5. Mencari supplier yang amanah

Carilah supplier atau pemasok bisnis kaos yang amanah. Selain itu, pastikan juga bahwa komunikasinya bagus dan fast respons. Yang lebih penting lagi, pemasoknya harus menyediakan produk yang berkualitas dengan harga yang murah.

Jangan sampai Anda mendapatkan kaos dengan harga yang terlalu mahal karena akan kesulitan dalam menentukan harga jual. Bisa-bisa, harga jualnya nanti akan lebih mahal dibanding rata-rata harga pasar.

Maka dari itu, untuk mendapatkan supplier terbaik, Anda perlu melakukan seleksi dari beberapa pemasok yang ada. Kumpulkan dulu informasinya kemudian pilih yang terbaik.

6. Bekerja sama dengan vendor sablon

Kaos yang unik apalagi brand sendiri selalu butuh sablon untuk membubuhkan ciri khas pada kaosnya. Maka dari itu, Anda harus mencari pemilik usaha sablon terbaik. Bekerja samalah dengan baik karena umur bisnis kaos yang Anda mau panjang. Tidak hanya satu atau dua bulan saja.

7. Menitipkan ke distro

Untuk pendistribusian produk, Anda bisa menjualnya sendiri secara offline. Namun, agar lebih cepat Anda juga bisa bekerja sama dengan distro, butik, atau semacamnya.

Dengan sistem semacam ini, pangsa pasar kaos yang Anda miliki akan semakin luas dan kans untuk mendapatkan uang lebih besar lagi.

8. Promosi lewat sosial media

Penjualan offline akan makin moncer jika Anda juga mau melakukan promosi secara terus menerus. Salah satu media yang cocok buat promosi adalah sosial media.

Media satu ini selain memiliki pengaruh besar buat branding juga gratis. Jadi, Anda bisa menghemat biaya marketing atau pemasaran.

9. Menjual di marketplace

Untuk menyentuh pasar Indonesia, Anda harus kenalan dengan marketplace. Bukalah toko di Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan yang lainnya.

Pastikan tokonya resmi dengan level toko yang bagus sesuai dengan marketplace-nya. Hal ini penting karena tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan penjualan, melainkan juga buat branding produk sekaligus meningkatkan kredibilitas dan profesionalitas bisnis kaos Anda.

10. Membuat situs resmi untuk jualan

Agar makin terlihat amanah, keren, dan kredibel, Anda juga harus membuat situs toko online resmi untuk memperkenalkan bisnis.

Di situs ini, Anda tidak hanya harus jualan, tetapi juga mengenalkan usahanya seperti apa, di mana alamatnya, bagaimana konsep bisnisnya, dan tokonya sudah legal atau belum.

Semakin banyak profil perusahaan yang Anda kenalkan, maka semakin jelas dan kredibel pula bisnis tersebut di mata orang yang membaca atau melihatnya.

11. Membuat laporan keuangan yang jelas

Laporan keuangan adalah salah satu komponen yang tidak boleh ditinggalkan dalam berjualan. Laporan inilah yang akan menjaga usaha Anda agar tetap berada di treknya.

Dengan keuangan yang jelas, laba ruginya juga akan lebih jelas. Pemasukan dan pengeluarannya pun dapat dihitung secara lebih cermat.

12. Inovasi tiada henti

Bisnis kaos merupakan salah satu usaha fashion. Artinya, perputaran modelnya terus berkembang setiap satu waktu. Biasanya 3 bulan sekali sudah ganti model. Untuk itu, Anda harus terus melakukan inovasi terhadap desain kaosnya.

Tidak hanya itu, inovasi ini juga harus dilakukan pada trik-trik marketing terkini supaya usahanya makin moncer dan memiliki banyak pelanggan loyal.

Terakhir, untuk menjalankan bisnis kaos yang sukses Anda harus menyiapkan mental baja. Persaingan boleh jadi ketat, tapi Anda harus pantang menyerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.