Analisis Usaha Mebel, Modal, dan Tips Menjalankan

  • by
Contoh usaha mebel

Meski modalnya besar, omzet dan keuntungan usaha mebel juga besar. Bahkan bisa puluhan sampai ratusan juta rupiah. Tertarik? Cek selengkapnya!

Bisnis mebel merupakan salah satu contoh bisnis industri kecil yang mudah berkembang di Indonesia. Pasalnya, produk yang dihasilkan merupakan barang yang dibutuhkan oleh masyarakat. Meski tidak setiap hari, tapi produknya termasuk dalam kategori kebutuhan pokok, yakni papan.

Mebel memiliki produk furnitur yang bisa dijual kepada siapa saja yang membutuhkan buat mengisi rumah mereka. Dengan kata lain, bisnis ini tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan usaha properti di Indonesia.

Semakin tinggi permintaan properti, maka semakin tinggi pula permintaan furniturnya.

Dengan kata lain, jika banyak propertinya banyak yang laku, baik itu dijual atau disewakan, maka furniturnya juga akan laku keras.

Pada kesempatan ini, kami akan membahas tentang analisa bisnis ini secara mendalam. Selamat menyimak.

Potensi dan peluang usaha mebel

Pada dasarnya, bisnis ini memiliki peluang yang sangat besar. Apalagi jika dijalankan di kota besar, di mana penjualan properti seperti rumah dan apartemen sudah semakin meningkat performanya.

Potensi dan peluang usaha mebel

Setiap ada pembelian rumah baru tentu rumah tersebut kosong dan butuh furnitur. Di sinilah mebel dibutuhkan. Tidak hanya penjualan rumah, rumah-rumah yang dikontrakkan atau disewakan kosongan juga menjadi pasar empuk bagi para pemilik mebel.

Belum lagi, Anda bisa bekerja sama dengan pengembang atau toko-toko mebel di Indonesia untuk memasarkan produk yang dibuat.

Dari sini jelas, bahwa pangsa pasarnya lumayan bagus. Khususnya saat dijadikan usaha di kota.

Lantas, bagaimana peluangnya jika dikerjakan di pedesaan?

Jika Anda berminat menjalankan usaha mebel di desa, maka kenali dulu pasarnya seperti apa. Orang di desa cenderung lebih senang membeli langsung kepada pembuatnya. Sistemnya pemesanan sesuai dengan kebutuhan yang ada di rumah mereka masing-masing.

Keahlian membuat barang lebih dibutuhkan di sini.

Selain itu, karakter masyarakat desa biasanya juga lebih menyukai harga yang terjangkau tapi awet. Mereka tidak begitu peduli soal desain. Asalkan furniturnya bisa digunakan atau memiliki fungsi yang maksimal dengan harga yang terjangkau, produknya jelas dibeli.

Intinya, kalau mau menjalankannya di desa, yang lebih banyak dijual di sini adalah jasa dan keahlian untuk membuat furniturnya sesuai pesanan.

Risiko usaha mebel

Selain peluang dan potensinya sebagaimana kami tulis di atas, Anda juga perlu tahu risiko yang mungkin menyerang bisnis mebel ini. Pasalnya, sampai saat ini ada banyak sekali contoh usaha mebel yang akhirnya gulung tikar dan tidak bisa melanjutkan usahanya lagi.

Adapun contoh tantangan dan risiko yang mungkin akan dihadapi dalam berbisnis mebel adalah:

  • Persaingan yang cenderung ketat. Selain dari sesama pengrajin mebel juga dari ketersediaan furnitur plastik dengan harga murah atau furnitur modern yang dibuat dengan desain menarik dan inovatif.
  • Modal usahanya cenderung besar.
  • Penjualannya harus cepat agar perputaran dananya juga cepat.
  • Dibutuhkan area yang lumayan luas.
  • Membutuhkan armada untuk mengangkut kayu dan produk yang sudah jadi.

Selain risiko di atas, tampaknya masih cukup banyak risiko lain yang akan menghampiri saat Anda menjalankan bisnisnya.

Yang jelas, jika Anda memang punya potensi atau skill di bidang ini, tidak ada salahnya mengembangkan usahanya. Asalkan modal cukup dan Anda bisa berkomitmen untuk menjalankannya dengan serius.

Solusi berbisnis mebel yang mudah

Di bawah ini adalah beberapa poin yang bisa dijadikan solusi saat menghadapi risiko-risiko usaha mebel di atas:

  • Memilih lokasi usaha yang strategis dan luas.
  • Mempelajari cara memilih bahan terbaik dan mengolahnya menjadi furnitur yang menarik.
  • Terus berinovasi agar pasar tidak bosan dengan modal yang itu-itu saja.
  • Menjalin kerja sama dengan banyak pihak agar tidak mudah tergerus dalam persaingan yang sangat ketat.

Selain solusi di atas, Anda bisa menemukan solusi lain berdasarkan tantangan atau permasalahan yang dihadapi.

Contoh usaha mebel

Contoh usaha mebel

Di bawah ini adalah beberapa contoh usaha mebel yang bisa dijalankan:

  • Pembuatan kusen pintu, jendela, beserta jendela dan pintunya.
  • Berjualan meja, kursi, dan furnitur lainnya.

Masih banyak contoh lainnya yang berhubungan dengan inovasi atau seni. Maka dari itu, penting untuk terus berinovasi saat menjalankan bisnis ini.

Rincian dan perhitungan modal usaha mebel

Berikut ini beberapa alat dan bahan yang diperlukan dalam berbisnis mebel:

  • Mesin bobok seharga 2 juta.
  • Kompresor sekitar 8 juta.
  • Sensor 4 juta.
  • Bor duduk sekitar 2 juta.
  • Mesin serut seharga 1,5 juta.
  • Mesin amplas seharga 800 ribu.
  • Bor tangan harganya 2 juta.
  • Mesin kap kayu seharga 2 juta.
  • Serkel untuk meja 3,5 juta.
  • Generator sekitar 13 juta.
  • Propel kayu sekitar 4 juta.
  • Biaya lain-lain 1 juta.

Total untuk peralatannya sekitar 43,8 juta rupiah.

Selanjutnya, Anda juga perlu menyiapkan uang untuk biaya operasional usaha mebel seperti:

  • Biaya sewa tempat 2 juta.
  • Gaji tukang atau karyawan, 2 orang 4 juta rupiah.
  • Listrik sekitar 300 ribu rupiah.
  • Bahan baku sekitar 80 juta rupiah.
  • Biaya lain-lain sekitar 700 ribu.

Total untuk biaya operasional sekitar 87 juta rupiah.

Dengan perhitungan di atas, jelas bahwa bisnis ini membutuhkan modal 50 juta untuk beli alat saja. Uang ini buat investasi. Sementara itu, biaya operasionalnya membutuhkan 90 jutaan. Yang artinya, modal total awalnya lebih dari 100 juta.

Modal di atas merupakan contoh usaha mebel yang dijalankan dengan dana yang besar. Apabila modal Anda kecil, maka salah satu cara yang bisa dilakukan untuk bisa tetap membuka usaha ini adalah dengan memakai alat manual.

Memang ini akan menghabiskan banyak waktu. Tapi kalau pilihan skala usahanya masih kecil, tidak akan menjadi masalah.

Selain itu, Anda juga bisa mengombinasikan alat-alat manual dan otomatis. Misalnya, tidak membeli mesin amplas. Cukup pakai manual. Tapi bor dan yang lainnya sudah pakai yang otomatis.

Ini akan sedikit menghemat pemakaian anggaran.

Selain itu, solusi lain yang bisa dilakukan agar bisa menghemat anggaran adalah dengan membeli alat-alat seken atau bekas. Biasanya, harganya bisa dipangkas sampai 40% dari total biaya di atas.

Lantas, bagaimana perhitungan pendapatan dan keuntungan usaha mebel?

Anda bisa menentukan harga sesuai dengan produk yang dipesan atau dijual pada saat itu. Misalnya, kayunya dipakai untuk membuat dipan untuk kasur, lemari, kusen pintu, pintu, jendela, atau semacamnya. Pastikan perhitungannya sesuai agar tidak mengalami kerugian.

Cek harga pasar dan pastikan untuk cermat dalam perhitungan agar bisnisnya bisa mudah berkembang.

Kalau perhitungannya tepat, biasanya balik modalnya bisa langsung dirasakan saat itu juga ketika kayunya sudah habis. Bahkan, BEP modalnya bisa kurang dari 1 bulan.

Tips bisnis mebel agar sukses dan laku keras di pasaran

Tips bisnis mebel agar sukses dan laku keras di pasaran

Agar usaha mebel ini lancar dan sukses, silakan ikuti tips di bawah ini:

1. Menyusun rencana dengan matang

Penyusunan rencana adalah hal terpenting dalam memulai bisnis. Dengan perencanaan yang matang, bisnisnya bisa berjalan sesuai koridor yang benar. Tidak mudah tergoyahkan sedikit pun.

Maka dari itu, luangkan waktu lebih untuk membuat dan menyusun rencana sedetail mungkin. Pastikan rencana ini sudah melalui banyak pertimbangan sehingga tidak terlalu dilebihkan atau kurang. Pas pada porsinya.

2. Menentukan target pasar yang jelas

Target pasar merupakan sesuatu hal yang penting untuk diperhatikan sebelum memulai usaha. Sebab, ini akan mempengaruhi pilihan produk yang akan dihasilkan.

Selain itu, target pasar juga akan mempengaruhi pilihan lokasi usahanya. Mau ditempatkan di pedesaan atau di perkotaan, tentu harus memperhatikan target marketnya secara jelas dan rinci.

3. Memilih lokasi yang strategis

Baik di kota maupun di desa, lokasi adalah hal penting yang harus diperhatikan. Lokasi yang dimaksud di sini haruslah strategis dengan akses yang mudah.

Pasalnya, usaha mebel membutuhkan armada besar untuk keluar masuk membawa kayu yang lumayan besar. Akan sangat menyulitkan jika pilihan lokasinya berada di jalan yang terlalu padat atau jalan yang terlalu sempit.

Sebaliknya, akan mudah jika rumah atau lokasinya berada di pinggir jalan utama yang bisa dimasuki kendaraan dengan mudah.

Anda juga harus menyiapkan lahan yang lumayan luas sebagai tempat membuat furnitur dan menyimpannya saat sudah jadi.

Pastikan juga bahwa warga sekitar tidak merasa terganggu dengan limbah yang mungkin muncul dari usaha mebel tersebut.

4. Bekerja sama dengan pihak lain

Ingat bahwa bisnis ini tidak bisa berdiri sendiri, Anda butuh pihak lain untuk mendapatkan bahan baku hingga pemasaran. Maka dari itu, binalah kerja sama yang baik dengan banyak orang. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk menjalankan bisnisnya.

5. Bentuk tim yang solid dan kompeten

Usaha mebel tidak hanya bisa dikerjakan oleh satu orang. Dua karyawan itu merupakan jumlah minimal yang harus ada.

Hal ini karena dalam pembuatan furnitur dibutuhkan orang yang kuat untuk mengangkat kayu-kayu dan menjadikannya produk-produk akhir yang berkualitas.

Bentuklah tim solid yang kompeten di bidangnya masing-masing. Mana yang bisa melakukan amplas dengan cepat, mengangkat kayu dengan kuat, dan mana pula yang bisa membuat produknya dengan hasil yang memuaskan.

Plot-plot semacam ini harus jelas agar pekerjaan bisa selesai tepat waktu dan tidak tumpang tindih.

6. Siapkan modal yang cukup

Modal usaha mebel memang cukup besar. Maka dari itu, Anda harus menyiapkannya segera jika memang mau menjalankan bisnis ini.

Kalau kesulitan, silakan buat peluang bisnis kerja sama dengan orang sekitar. Mungkin dengan saudara, tetangga, atau investor tertentu dengan sistem kerja sama yang jelas. Buat proposal yang rinci jika memang diperlukan.

7. Terapkan sistem dan strategi yang tepat

Strategi yang tepat mempengaruhi keberhasilan bisnis mebel ini. Dari awal, Anda harus punya sistem yang sempurna agar bisnisnya dapat berjalan dengan semestinya.

8. Kualitas produk sangat penting untuk dijaga

Saat usahanya sudah jalan, pastikan untuk terus mengecek dan menjaga kualitas produk. Pastikan kualitasnya terbaik sehingga tidak mengecewakan pelanggan.

Kualitas ini tidak hanya soal pengerjaan yang halus saja, melainkan juga pemilihan bahan terbaik yang membuat produk akhirnya bisa bertahan lama.

9. Promosikan secara maksimal

Untuk mendapatkan banyak pelanggan dalam usaha mebel, Anda juga perlu melakukan promosi secara besar-besaran. Anda bisa mulai dengan mempromosikannya melalui internet, baik lewat sosial media maupun marketplace.

Bila perlu, silakan terima jasa pembuatan furnitur custom untuk proyek perumahan atau apartemen. Atau, Anda juga bisa bekerja sama dengan pemerintah untuk proyek-proyek bedah rumah. Khusus untuk pengadaan furnitur terbaik.

10. Tetapkan harga wajar sesuai dengan kualitas produknya

Setelah memberikan produk terbaik, pastikan untuk menentukan harga yang sudah disesuaikan dengan kualitas produknya. Jangan asal pukul rata.

Pasalnya, kualitas kayu pada bagian tertentu juga berbeda meskipun berasal dari pohon yang sama. Ini harus benar-benar diperhatikan agar pelanggan tidak kecewa.

11. Buat laporan keuangan dengan jelas

Agar bisnisnya bisa berjalan lancar dan sukses dalam jangka panjang, Anda harus menghitung perputaran uangnya secara rinci.

Apalagi jika pembelian dilakukan dengan cara mengangsur. Tidak langsung lunas. Tentu pencatatan keuangan amat penting untuk memeriksa alur kas keluar dan masuk.

Dengan perhitungan yang lengkap, Anda juga mudah dalam menghitung keuntungan usaha mebel ini.

Demikian informasi yang dapat kami berikan seputar usaha mebel. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.