Analisis Usaha Percetakan, Rincian Modal, dan Tips

  • by
Peluang usaha percetakan

Usaha percetakan bisa dijalankan ala rumahan biar modalnya tetap kecil. Keuntungannya sama besarnya. Cek di sini caranya sekarang!

Bisnis percetakan tidak pernah lesu peminat. Permintaan dan calon pelanggannya selalu saja ada, baik itu di pedesaan maupun di perkotaan.

Hal ini menjadi bukti bahwa potensi bisnis ini sangat besar dan layak untuk dicoba di era digital seperti sekarang.

Pada kesempatan ini, kami akan membahas rinci mengenai bisnis percetakan. Mulai dari peluang, potensi, risiko, perhitungan modal, hingga tips menjalankannya. Selamat menyimak sampai selesai.

Peluang usaha percetakan

Peluang usaha percetakan

Sebagaimana disampaikan di atas, sampai saat ini permintaan percetakan semakin meningkat. Di bawah ini merupakan beberapa hal yang membuat bisnisnya sangat potensial:

1. Tersedia beragam pilihan usaha

Di pasaran, ada percetakan cutting sticker, undangan, digital printing, dan yang lainnya. Semua itu memiliki potensi yang cukup besar bila dijalankan dengan serius.

2. Modalnya kecil atau tanpa modal sama sekali

Apalagi, sekarang ada banyak paket usaha percetakan dan kesempatan untuk membuka usahanya tanpa modal, yakni dengan sistem kerja sama.

Para distributor atau pengusaha yang sudah besar umumnya mau meminjamkan alatnya untuk para reseller yang mau memulai usaha ini.

Dengan kesempatan semacam ini, Anda bisa membuka usaha hanya berbekal koneksi (jaringan) dan skill saja.

3. Omsetnya cenderung besar

Apalagi bisnis ini juga memiliki omzet besar. Khususnya pada saat Pilkada atau ada proyek tertentu, baik dari perusahaan maupun dari pemerintah.

4. Labanya besar

Usaha percetakan lebih banyak bergerak di bidang jasa. Jadi, profit marginnya tinggi atau labanya sangat besar.

5. Bisa dimulai dari rumah

Bisnis ini bisa dimulai dari rumah dengan mengandalkan kemampuan desain grafis. Proses cetaknya nanti tinggal bekerja sama dengan pemilik alatnya saja.

Risiko bisnis percetakan

Bersamaan dengan peluangnya yang besar, usaha ini juga punya tantangan atau risiko tertentu. Adapun contoh tantangannya adalah:

  • Persaingannya cukup ketat, apalagi jika dijalankan di kota besar. Kalau dijadikan peluang usaha di desa, persaingannya masih kecil.
  • Butuh lokasi yang lumayan strategis agar mudah dijangkau pelanggan.
  • Kalau pas ada proyek, Anda harus bersaing dengan pengusaha-pengusaha besar untuk memenangkan tender.

Untuk memenangkan persaingan bisnis, Anda harus konsisten dan pantang menyerah dalam menjalankannya. Jadi, pastikan Anda siap untuk menghadapi tantangan dan risiko usaha di atas.

Mengenal jenis usaha percetakan

Sebelum mulai membahas modal dan cara menjalankan usahanya, terlebih dulu Anda harus tahu jenis bisnis percetakan yang ada di Indonesia.

1. Digital printing (percetakan digital)

Sesuai namanya, bisnis ini adalah bentuk printing yang memerlukan teknologi ke dalamnya. Merupakan salah satu contoh bisnis online dan bisnis digital yang saat ini sedang booming.

Teknologi yang digunakan dalam proses percetakannya membuat prosesnya sangat cepat dan bisa selesai dalam waktu singkat. Inilah salah satu kelebihan dari usaha ini.

Adapun contoh produk yang dapat dicetak secara digital adalah spanduk, flyer, kartu nama, pamflet, undangan, dan yang lainnya.

2. Percetakan offset

Ini adalah usaha percetakan yang lebih dulu booming sebelum digital printing menjadi tren. Printing ini menjadi primadona lantaran kemampuannya dalam menghasilkan cetakan dengan kuantitas besar. Sangat cocok buat pemesanan partai-partai besar.

Sayangnya, percetakan ini hanya mampu atau khusus buat cetak di atas kertas. Cocoknya dipakai untuk mencetak buku, majalah, undangan, hingga produk-produk berbahan kertas lainnya. Selain itu, proses printing-nya pun tergolong lama.

Jadi, semakin ke sini banyak orang yang mencari alternatif lainnya bila membutuhkan proses pengerjaan yang cepat.

Namun, perlu diingat bahwa offset memiliki harga yang cenderung murah. Hal ini menjadi salah satu keunggulan yang sampai saat ini dicari banyak orang. Asalkan tidak terburu-buru, offset bisa menjadi pilihan yang pas untuk mencetak di atas kertas.

3. Sablon printing

Sesuai dengan namanya, usaha percetakan ini memang memakai sablon. Biasanya membutuhkan tenaga manusia dalam prosesnya. Contohnya adalah printing sablon ke baju, kaos, tas, dan semacamnya.

4. Percetakan fleksografi

Fleksografi menggunakan teknik percetakan dengan peralatan yang bentuknya roll. Umumnya, dipakai untuk mencetak koran, kardus, stiker, dan yang lainnya.

Kelebihan dari percetakan ini adalah tidak membutuhkan banyak tinta dan bahan baku lainnya. Hanya saja memang sifatnya khusus untuk produk-produk tertentu saja.

5. Rotogravure printing

Ini adalah sejenis pencetakan dengan bahan plastik. Misalnya buat kemasan minuman dan makanan ringan. Bentuknya roll, sama dengan fleksografi. Yang membedakan hanya bahan utamanya, di mana rotogravure seringnya dipakai buat plastik dan kadang untuk karton.

Ide dan contoh usaha percetakan yang bisa dijalankan

Ide dan contoh usaha percetakan yang bisa dijalankan

Di bawah ini adalah beberapa ide yang bisa dijadikan contoh bisnis printing:

1. Printing kaos

Usaha jenis ini banyak dilirik. Bisa dijalankan dalam skala besar maupun kecil. Bila tertarik, Anda juga bisa mengikuti proyek atau tender tertentu untuk pengadaan kaos partai, kaos promosi buat perusahaan, seragam sekolah, atau yang lainnya.

Agar makin luas pangsa pasarnya, Anda juga bisa membuka printing untuk satu kaos. Khusus untuk percetakan dengan desain kustom.

2. Cutting sticker atau printing stiker

Cutting sticker dan printing sticker memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Namun yang jelas keduanya bisa dikerjakan menjadi sebuah usaha yang sama-sama menguntungkan.

3. Cetak undangan

Mencetak undangan pernikahan, khitanan, dan undangan lainnya merupakan contoh usaha percetakan yang sangat potensial di desa. Anda bisa memanfaatkan offset atau digital printing untuk menjalankannya. Namun, bila memang modal usahanya kecil, sebaiknya pakai printer yang sederhana saja.

Anda bisa menekan banyak biaya dengan memakai printer semacam ini.

4. Cetak aksesori kustom

Ada banyak sekali contoh usaha percetakan aksesori kustom dan terbukti berhasil. Misalnya, percetakan untuk mug kustom, case HP, tumbler, PIN, dan yang lainnya. Biasanya, produk semacam ini dipakai untuk aksesoris dan bisa dibeli dalam wujud satuan maupun partai (dalam jumlah banyak).

5. Beragam keperluan kantor

Setiap perusahaan biasanya memiliki modul khusus kantor yang dibagikan ke karyawannya, khususnya buat mereka yang masih baru. Selain itu, umumnya pihak kantor juga mewajibkan karyawannya untuk punya kartu nama dengan logo perusahaan saat ada pegawai yang baru gabung.

Anda bisa bekerja sama dengan mereka untuk menyediakan keperluan kantor tersebut. Termasuk menyiapkan buku catatan dengan logo khas perusahaan atau semacamnya.

Adapun printer yang bisa dipakai bisa offset, sablon, hingga digital. Tinggal disesuaikan saja.

Rincian modal usaha percetakan

Sebelum menghitung modalnya, Anda harus tahu dulu mau membuka usaha percetakan yang seperti apa. Kalau kelasnya yang digital, tentu dananya sangat besar. Demikian juga dengan offset yang memerlukan dana besar pula.

Apabila modalnya memang kecil, silakan mulai skala usaha percetakan yang kecil. Misalnya, memakai printer yang harganya murah.

Di bawah ini adalah contoh modal bisnis percetakan dan perhitungannya khusus untuk digital printing:

  • Mesin cetak, printer, atau fotokopi seharga 12 juta (sekitar 2 sampai 3 buah mesin).
  • Komputer dengan prosesor yang bagus, anggarannya 7 juta.
  • Mesin pemotong kertas seharga 5 juta.
  • Mesin laminating harganya sekitar 2,5 juta.
  • Kertas beragam jenis dianggarkan 5 juta.
  • Tinta sekitar 2 juta.
  • CD untuk instalasi program lengkap seharga 1 juta.
  • CD untuk program desain legal 500 ribu.
  • Etalase untuk barang dan produk pendukung seharga 4 juta.
  • Biaya lain-lain seharga 1 juta.

Dari rincian biaya usaha percetakan di atas, modal yang perlu dikeluarkan adalah senilai 40 jutaan. Jika Anda menambahkan biaya karyawan, listrik, dan yang lainnya, maka ada kemungkinan biayanya akan membengkak sampai 50 juta.

Itu artinya, untuk memulai usaha percetakan digital printing Anda harus menyiapkan minimal modal usaha 50 juta rupiah.

Tips menjalankan bisnis percetakan

Karena modalnya cukup besar, Anda harus benar-benar menjalankannya dengan perhitungan yang akurat. Strateginya juga harus tepat agar bisnisnya sukses.

Tips menjalankan bisnis percetakan

Di bawah ini kami rangkum beberapa cara mudah menjalankan usaha percetakan yang sukses:

1. Menentukan jenis jasa yang mau ditawarkan kepada pelanggan

Hal utama yang perlu dilakukan tentu memutuskan mau membuka jasa percetakan apa. Apakah digital, offset, sablon, atau yang lain. Hal ini penting mengingat pilihan jenis jasanya akan mempengaruhi banyak hal, salah satunya adalah modal.

Untuk menentukan mana jasa yang mau dipilih, Anda bisa memakai beberapa faktor sebagai bahan pertimbangan. Faktornya adalah:

  • Passion atau hal yang Anda sukai.
  • Pangsa pasar yang ada di sekitar Anda.
  • Kebutuhan orang atau daerah yang dituju.

Jangan hanya memilih berdasarkan preferensi. Tapi, kenali dulu kebutuhan masyarakat sekitar agar Anda tidak salah dalam memilih.

2. Menentukan target pasar

Selanjutnya, tentukan target pasar dengan jelas. Misalnya, target pasarnya adalah anak kampus yang mengerjakan tugas. Maka, usaha semacam ini tidak membutuhkan banyak modal sebab memakai printer biasa saja sudah cukup.

Hanya saja, Anda perlu memperbanyak unit komputer atau printer supaya pelanggan yang datang ke usaha percetakan tersebut tidak perlu antre lama.

Atau, jika pelanggannya adalah anak kampus atau anak sekolahan, Anda bisa membuka jasa printing khusus aksesori. Biasanya juga laku keras.

3. Memilih peralatan sesuai dengan jenis jasanya

Setelah jenis dan target pasarnya jelas, silakan pilih peralatan dan perlengkapan yang sesuai dengan jenis usaha percetakan tersebut. Risetlah dengan detail supaya tidak ada alat yang tertinggal.

4. Memilih lokasi bisnis dengan tepat

Lokasi bisnis sangat penting untuk memperbesar bisnis printing semacam ini. Pastikan lokasinya strategis, dekat jalan, dan aksesnya mudah. Pilih lokasi yang dekat dengan target pasar dan mudah dijangkau oleh mereka. Misalnya, dekat kampus, dekat sekolah, atau dekat dengan area perkantoran.

5. Menyiapkan modal usaha percetakan

Silakan siapkan modal usaha yang sesuai dengan jenis jasa yang mau ditawarkan. Jika memang mau digital printing, seperti yang kami bahas di atas, modalnya sekitar 50 jutaan. Namun, jika mau buka yang sederhana menggunakan mesin yang biasa, modal 10 juta rasanya sudah cukup.

Modal ini tentu tidak termasuk biaya sewa tempat. Kami asumsikan bahwa Anda sudah punya rumah yang dekat dengan area ramai atau sesuai dengan target pasarnya.

6. Membuat rancangan bisnis

Bisnis apa pun harus punya rancangan yang jelas. Mulai dari awal sampai akhir. Silakan rencanakan bisnisnya nanti mau seperti apa sehingga tidak kaget saat sudah berjalan.

7. Menentukan harga jasanya

Penentuan harga jasa harus menyesuaikan kualitas produk yang diberikan, target pasar, dan beberapa faktor lain.

Pastikan harga jasanya sesuai dengan kualitas layanan yang diberikan. Selain itu, pertimbangkan juga bagaimana harga dari pesaing. Jangan sampai memberikan harga yang kemahalan.

8. Promosi dan pemasaran

Mempromosikan usaha percetakan itu wajib. Proses promosi bisa dilakukan dengan banyak cara. Misalnya dengan memasang banner besar di dekat lokasi, di depan tempat bisnis, hingga di area kampus terdekat.

Selain itu, agar makin efisien dan banyak yang mengenal usahanya, Anda bisa memasarkan usahanya melalui media online. Caranya adalah dengan memostingnya langsung ke media sosial.

Atau, akan lebih menguntungkan jika Anda mencoba menjual jasa melalui marketplace. Misalnya dengan menerima percetakan undangan, kaos sablon, atau semacamnya. Dengan cara ini, bisnisnya punya pangsa pasar yang lebih luas dan laba pun bisa didapatkan dengan lebih mudah.

9. Menjaga kualitas layanan

Agar pelanggan yang sudah datang ke tempat usaha Anda bisa jadi loyal, pastikan untuk menjaga kepercayaan mereka. Caranya adalah dengan memberikan kualitas terbaik pada setiap jasa yang diberikan.

Pastikan hasil cetaknya sempurna dan layanilah pelanggan usaha percetakan tersebut dengan keramahan. Jadilah teman mereka yang mampu memberikan solusi saat dibutuhkan.

10. Pantang menyerah dan konsisten

Setiap usaha membutuhkan kerja keras dan konsistensi. Jika Anda adalah seorang pemula, maka pastikan untuk membuka bisnisnya dengan semangat yang tinggi. Jangan biarkan semangat tersebut kendur.

Bersiaplah dengan setiap kemungkinan naik turunnya usaha. Jangan mudah menyerah.

Agar hasilnya makin bagus, jangan lupa untuk mendoakan usaha percetakan tersebut sehingga bisa memberikan hasil terbaik untuk kehidupan di dunia dan akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.