10 Cara Merawat Kelinci Agar Cepat Besar Buat Para Newbie

  • by
Ini daftar 10 informasi penting cara merawat kelinci

Kelinci Anda cepat mati dan tak terawat? Segera pelajari cara merawat kelinci yang benar. Jangan sampai banyak korban berjatuhan karena salah perawatan.

Kelinci atau rabbit merupakan hewan yang cukup rentan mengalami sakit. Bila salah dalam perawatan dan penanganan, binatang ini bisa mati dan tidak bisa dikembangbiakkan lagi.

Padahal, selain bisa jadi teman karena kelucuannya, binatang ini juga bisa menjadi ladang berbisnis karena dapat dijual bila sudah besar.

Maka dari itu, pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai cara benar merawat kelinci khusus buat pemula yang ingin punya hewan peliharaan. Cocok buat yang baru mau belajar atau menumbuhkan minat menyayangi binatang pada anak-anak. Selamat menyimak.

Ini daftar 10 informasi penting cara merawat kelinci

Ini daftar 10 informasi penting cara merawat kelinci

Berikut ini disajikan poin-poin penting dalam perawatan rabbit yang harus Anda tahu:

1. Siapkan kandang yang nyaman

Hewan ini tidak bisa mentolerir suhu, apalagi saat musim sedang panas. Jadi, Anda harus menciptakan sebuah rumah yang nyaman buat mereka. Sebuah rumah yang bisa dijadikan tempat berteduh sehingga tidak kepanasan dan sejuk.

Buatlah kandang yang luas, minimal 5 kali dari ukuran kelincinya. Malah kalau bisa lebih luas lagi dan dilengkapi dengan tempat persembunyian, berbaring, bermain, dll.

Kalau kandangnya beralaskan kawat, berikan kardus agar seperti kondominium kecil. Kalau Anda membuat kandangnya di atas tanah dengan dinding kawat, maka cobalah buat gorong-gorong kecil untuk tempat bermain. Tanami rumput agar kesan di dalamnya sejuk.

2. Siapkan kotak kotoran

Rabbit memiliki kebiasaan untuk buang air kecil dan besar di satu tempat yang sama secara terus menerus. Maka dari itu, agar perawatannya mudah, Anda harus menyiapkan kotak untuk kotoran yang lumayan besar.

Umumnya, kotak kotoran ini diletakkan dekat dengan tempat makanan dan minuman mereka. Namun awasi jaraknya agar kebersihan makanannya tetap terjaga.

3. Berikan makanan utama yang bergizi

Agar cepat besar dan bertumbuh, binatang bertelinga panjang ini harus mendapatkan asupan gizi lengkap dan seimbang. Salah satu makanan yang mereka cari adalah menu utama/makanan pokok.

Cara merawat kelinci Berikan makanan utama yang bergizi

Berikut ini adalah beberapa menu makanan pokok atau utama yang harus ada saat Anda melakukan cara merawat kelinci:

  • Sayuran berdaun hijau seperti peterseli, kangkung, selada, daun ketumbar, dll. Tapi ingat, Anda tidak bisa langsung memberikan semua jenis sayuran. Seperti pemberian dan pengenalan makanan pada bayi, cobalah satu per satu dan amati efeknya. Saat masih mencoba, jumlah porsinya juga harus terbatas.
  • Rumput jerami. Jenis makanan ini akan memberikan asupan serat sehingga mereka dapat terhindar dari diare dan obesitas.

Perlu diketahui, kelinci memiliki sebuah sistem pencernaan yang kompleks. Varietasnya juga banyak dan mempunyai perbedaan kecenderungan pilihan makanan. Jadi, semuanya harus dilakukan perlahan dan hati-hati.

4. Beri camilan atau snack

Tak hanya manusia yang butuh ngemil, kelinci pun sama. Jadi, selain menyiapkan makanan utama, Anda juga harus menyiapkan camilan seperti buah dan pelet.

Buah yang bisa diberikan sebagai camilan adalah apel setelah dibuang batang dan bijinya, pepaya, stroberi, blueberry, persik, pir, atau melon.

Bila mau memberikan buah lain yang lebih manis, silakan pilih anggur, pisang, atau kismis. Buah-buahan ini bisa diberikan hanya dalam jumlah terbatas.

Sementara untuk wortel yang secara umum diketahui sebagai makanan kelinci, ternyata juga bisa dijadikan camilan dan sifatnya hanya diberikan sebagai hadiah. Jadi, tidak diberikan secara terus menerus.

Selain wortel dan buah yang disebutkan di atas, Anda dapat memilih pelet berbasis timotius. Pemberiannya juga harus dibatasi dengan jelas. Jumlah totalnya adalah 0,125 sampai 0,25 cangkir per 2,26 kg berat kelinci. Pemberian ini dibagi dalam dua kali dalam satu hari.

Jadi, bila kelincinya memiliki berat 5 kg, Anda bisa memberikan 0,25 cangkir yang dibagi jadi dua kali waktu makan.

5. Perhatikan makanan yang harus mereka hindari

Menerapkan diet sehat merupakan langkah paling penting dalam cara merawat kelinci. Nah, memperhatikan makanan yang harus dihindari adalah salah satu cara penerapan diet sehat tersebut.

Makanan yang harus mereka hindari di antaranya adalah:

  1. Kacang polong.
  2. Kacang-kacangan.
  3. Bawang merah.
  4. Biji-bijian.
  5. Kelembak, dan masih banyak lagi.

Note: Jangan beri makanan yang tinggi kalori dan mengandung jamur.

Selain itu, perhatikan juga makanan yang dapat meracuni kelinci seperti:

  1. Lidah buaya.
  2. Umbi tanaman.
  3. Calla lily, dll.

Jauhkan kandang atau area perawatan dari tanaman-tanaman di atas.

Bila Anda tidak yakin dengan makanan yang seharusnya dihindari, jangan sungkan untuk bertanya pada dokter hewan.

6. Asupan air yang memadai

Hewan ini harus mendapatkan air bersih dalam porsi yang cukup. Untuk itu, siapkan kotak minuman dan gantilah airnya setidaknya sekali dalam satu hari.

Soal wadah yang digunakan untuk penyimpanan air, Anda bisa pilih mangkuk atau botol sipper. Kalau mangkuk, pilihlah yang berat untuk menghindari tumpah.

Sementara tantangan pemakaian botol sipper hanya saat ada kelinci baru. Di mana mereka harus tahu cara pemakaiannya karena beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

7. Perhatikan cara memegang kelinci

Sebagai pemilik, Anda harus memastikan bahwa kelinci dipegang dengan benar. Sebab Anda tak mungkin membiarkannya terus berkeliaran sendiri. Ada kalanya Anda ingin bermain dengan mereka, menggendongnya, dll.

Cara merawat kelinci perhatikan cara memegang kelinci

Perlu diketahui bahwa hewan ini memiliki tulang yang mudah patah. Artinya, Anda harus hati-hati dalam memperlakukannya.

Panduan dan cara memegang kelinci yang benar adalah:

  1. Letakkan satu tangan Anda di bagian depan bawah kelinci.
  2. Tangan satunya lagi harus memegang bagian bawah punggung.
  3. Pada posisi tersebut, tubuh rabbit sudah cukup aman terangkat oleh tangan sehingga Anda bisa langsung mengangkatnya dan menempelkan di tubuh Anda.

Selain cara di atas, Anda juga dihimbau untuk tidak melakukan hal di bawah ini saat hendak menggendong kelinci:

  1. Jangan sampai tubuh kelincinya bergelantung secara bebas.
  2. Jangan menggendong mereka dengan cara mengangkat telinganya.
  3. Tidak boleh mengangkat perut mereka.

Itulah beberapa hal yang sebaiknya dihindari saat hendak mengangkat dan menggendong rabbit.

8. Pelihara lebih dari satu kelinci

Rabbit merupakan hewan yang memiliki jiwa sosial tinggi. Kalau dipelihara sendirian, mereka bisa kesepian. Jadi, pastikan untuk memelihara lebih dari satu hewan agar mereka tidak stres.

9. Jaga kebersihan kandang dan kelincinya secara rutin

Anda harus membersihkan kandang secara rutin. Minimal sekali dalam satu minggu. Dalam mencuci kandang, gunakan air hangat dengan sabun. Buang serutan kayu kotor dan jerami tak terawat yang ada di dalam kandang.

Selanjutnya bilaslah kandang dan keringkan. Bila sudah, maka isi lagi kandang dengan jerami dan serutan kayu yang bersih.

Untuk membersihkan kelincinya, gunakan sikat badan dan pakailah untuk menyisir bulu setiap 1 sampai 2 hari sekali. Pastikan sikatnya lembut dan lakukan dengan perlahan. Buanglah rontokan bulunya.

10. Bawa ke dokter secara rutin

Berikutnya, Anda perlu membawa mereka ke dokter secara rutin. Minimal sekali dalam setahun. Kecuali ada kondisi terdesak seperti sakit atau semacamnya.

Itulah langkah mudah yang bisa Anda tempuh kalau mau melakukan cara merawat kelinci secara benar sehingga berumur panjang. Selamat mencobanya ya!

Tulisan ini adalah contoh artikel untuk layanan artikel juara. Sample lainnya dapat anda lihat di sini. Saat dibuat, tulisan ini juga sudah lolos pengecekan plagiarisme menggunakan copyscape premium. Bukti pengecekan terlampir di bawah ini.

Screenshot 2021 06 18 Copyscape Premium Search Hobi 1000kata cara merawat kelinci

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.